Menguak Kebanggaan Orang Sunda yang Terancam Pupus

Bogor|Kotahujan.com-Hilangnya rasa kebanggaan atas kebudayaan Jawa Barat, telah memicu pandangan negatif tentang kawasan ini. Psikologi orang yang berpandangan negatif dikhawatirkan bisa mempengaruhi mental warganya, sehingga muncul rasa tidak peduli dan cenderung menghambat progam pembangunan Jawa Barat secara umum. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) propinsi Jawa Barat, Hendrawan ling Suranta mengungkapkan hal ini saat menggelar ICSC International Conference On Sundanese On Culture di Bogor Senin (25/10) kemarin. Tidak adanya kebanggaan atas habitat tempat yang kita tinggali saat ini (Jawa Barat), disinyalir menjadi pemicu kurangnya rasa kepedulian tersebut. Padahal kebanggaan itu bisa membentuk karakter manusia dan jatidiri komunitas Sunda. Untuk itulah secara formal dan dengan dukungan penuh Pemprov Jawa Barat, Departemen Pendidikan Nasional dan UNESCO. Disparbud Jawa Barat menggelar ICSC di kota Bogor mulai Senin (25/10) hingga Rabu (27/10) mendatang.

ICSC digelar dengan maksud sebagai pintu kebudayaan untuk membangkitkan semangat kebanggaan. Mengenali kembali apa itu Sunda dan menginformasikan kepada generasi sekarang. Dulu Sunda memiliki kehebatan yang tak terbantahkan, berbagai bukti kehebatan itu tersaji pada materi konferensi dan pameran yang digelar. Pengelola kebudayaan Sunda dari berbagai tempat hadir dalam konferensi ini. Tokoh, pakar, artis dan simpatisan kebudayaan Sunda dilibatkan untuk mengenali kembali kehebatan Sunda masa lampau.

Kegiatan dengan tema Reinventing Sunda in Strengthening the National Culture and Promoting Cultural Diversity, dipusatkan di Hotel Salak dan halaman BKPP Wilayah 1 Jawa Barat. Untuk konverensi internationalnya dengan tajuk International Conference on Nature, Philosophy and Culture of Ancient Sunda Civilization 2010, digelar di hotel Salak. Penyaji seperti Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd. (Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO) memaparkan The Role of UNESCO Cultural Diversity. Prof. Dr. Edi Sedyawati (Guru Besar Arkeologi UI) membicarakan tentang pengembangan kebudayaan Indonesia melalui Revitalisasi kebudayaan Daerah. Sedangkan Dr. Junus Satrio Atmodjo, M.Hum (Direktur Peninggalan Purbakala, Kemenbudpar) bicara mengenai pelestarian dan pengembangan warisan budaya. H.R Hidayat Suryalaga memaparkan Sunda masa silam, masa lalu, kini dan yang akan datang. Dr. Radhar Panca Dahana mengulas persoalan filosofi dan Yusuf M Effendi (Wagub Jabar) bicara soal implementasi progam kebudayaan di Jawa Barat.

Sedangkan pamerannya di gelar di halaman BKPP Wilayah 1 Jabar, dengan menyajikan temuan-temuan kebanggaan Sunda masa lampau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: