Melihat Kasepuhan Adat di Pegunungan Halimun

Ciptagelar|Kotahujan.com – Mendengar nama Kampung Ciptagelar bagi sebagian masyarakat mungkin belum terlalu populer dibanding Kampung Naga dan Baduy. Kampung Ciptagelar memiliki nama resmi Kasepuhan Adat Ciptagelar. Kasepuhan Adat Ciptagelar adalah kasepuhan yang termasuk dalam Kesatuan Masyarakat Adat Banten Kidul. Kasepuhan ini berada di Dusun Sukamulya, Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kasepuhan Adat Ciptagelar awalnya berdiri di Bogor 642 tahun yang lalu, kemudian berpindah-pindah sesuai wangsit leluhur hingga berada dilokasi yang sekarang. Kasepuhan ini dipimpin oleh seorang “Abah” dengan pembantu-pembantunya.

Sebagian besar penduduknya (Incu Putu) bermata pencaharian petani. Panen padi yang dilakukan Kasepuhan ini berbeda dengan kampung lain yang umumnya 3 sampai 4 kali. Di Kasepuhan ini panen dilakukan satu kali dalam setahun. Setelah tanam padi kemudian diselingi tanaman sayur, agar unsur hara yang dikandung tanah tidak hilang. Padi hasil panen disimpan dalam lumbung (leuit). Setiap keluarga memiliki satu atau lebih leuit yang masing-masing mampu menampung 500-1000 ikat (pocong) padi. Selain itu setiap keluarga juga diwajibkan menyimpan satu ikat padi di Leuit Si Jimat. Warga yang membutuhkan padi dapat meminjam dari leuit tersebut. Leuit Si Jimat mampu menampung sekitar 8700 pocong) padi.

Ciri masyarakat Kasepuhan dilihat dari pakaian adat terdiri dari baju koko hitam/putih dengan iket kepala bagi kaum pria. Untuk kaum wanitanya menggunakan samping atau kain sarung seperti kebaya. Pakaian ini harus dikenakan saat memasuki Imah Gede, Rumah Abah untuk menerima tamu.

Rumah adat warga Ciptagelar masih mengikuti aturan leluhur, yaitu rumah panggung dengan atap kirai / ijuk dan dinding bilik bambu. Kasepuhan Ciptagelar tidak menggunakan atap genteng untuk rumah mereka, karena genteng terbuat dari tanah dan tinggal dibawah tanah hanya untuk orang meninggal.

Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar memiliki upacara adat khas, yaitu Seren Taun yang rutin diadakan satu tahun sekali. Dalam upacara ini digelar berbagai kesenian hiburan, dan dihadiri oleh seluruh Masyarakat Adat Banten Kidul.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: