Tunanetra Islam Bogor Buat Organisasi

Bogor|Kotahujan.com-Sejatinya setiap makhluk hidup (manusia) yang diciptakan Allah SWT memiliki hak dan kedudukan yang sama. Tak terkecuali mereka yang dilahirkan dalam keadaan ‘kurang’. Hak untuk berorganisasi dengan mandiri-pun bisa mereka lakukan. Salah satunya adalah organisasi yang dibentuk para penyandang tunanetra. Untuk pertama kalinya di Bogor, mereka mendirikan Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) se kota dan kabupaten Bogor. Pembentukan organisasi ini ditandai dengan digelarnya Musda I Ikatan Tunanetra Muslim Bogor Raya di SLB Dharma Wanita, Jl. Malabar Ujung No.2 Bogor.

Layaknya sidang-sidang organisasi umumnya, Musda ITMI juga memunculkan nuansa sidang lengkap dengan materi-materinya. Seperti yang terlihat pada sidang pertama yang dipimpin Ana Permana, PNS sebuah institusi di Jakarta. Sidang yang membahas masalah tata tertib ini juga diwarnai interupsi dari peserta sidang. Sidang yang mengambil salah satu ruang kelas SLB pada minggu (18/7) lalu itu terlihat ramai.

ITMI secara nasional sudah berdiri sejak 25 Muharram 1420 H atau 11 Mei 1999 di Bandung. Pada saat itu Yayasan Himpunan Tunanetra Islam dan Kelompok Tunanetra Muslim Indonesia menginisiasi Musyawarah Nasional Tunanetra Islam (MUNASTI). Hasilnya dibentuklah sebuah organisasi yang bertujuan meningkatkan kiprah Tunanetra Muslim dalam segala aspek kehidupan. Selain it juga berupaya meningkatkan kualitas Tunanetra Muslim Indonesia dan menjalin silaturahmi dengan berbagai pihak, dengan semangat Ukhuwah Islamiah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Beberapa daerah mulai banyak terbentuk ITMI, namun tidak demikian halnya dengan Bogor. Atas keinginan para penyandang Tunanetra muslim di kota dan kabupaten Bogor, dibantu dan difasilitasi beberapa relawan dan guru SLB Dharma Wanita. Maka ITMI Bogor Raya baru dibentuk terhitung sejak Musda I selesai dilaksanakan. Organisasi ini pun merekomendasikan adanya kantor sekretariat sebagai pusat kegiatan, membuka klinik pijat untuk meningkatkan taraf hidup karena saat ini tunanetra rata-rata hidup dibawah garis kemiskinan.

Mumuh W Sumarto selaku Kepala SLB Dharma Wanita kota Bogor mengungkapkan bahwa pihaknya hanya membantu memfasilitasi saja. Selain untuk mempererat Ukhuwah Islamiah, juga membantu progam pemerintah di bidang keislaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: