Penambangan Emas Liar Ancam Kehidupan Desa Pematang Gadung Kalimantan Barat

Bogor 11 Juli 2010
Pencemaran karena adanya kegiatan penambangan emas liar di Desa Pematang Gadung Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Diketahui telah berlangsung selama 10 tahun terakhir. Akibatnya terjadi perubahan lingkungan, sosial dan ekonomi kehidupan masyarakat setempat.

Aktivitas penambang emas liar (PETI) di kawasan hutan Desa Pematang Gadung telah menyebabkan perubahan lingkungan dan kualitas air sungai melayu, khususnya di kawasan hulu sungai yang juga merupakan kawasan hutan.

Kondisi yang terjadi tiga tahun belakangan ini membuat masyarakat desa beralih profesi yang tadinya adalah petani padi berubah menjadi petani perkebunan karet. Sebagaimana penuturan Poniman, salah satu petani. Ia harus beralih profesi menjadi petani karet karena produktivitas tanaman padi sepanjang 3 tahun belakangan ini semakin berkurang.

Lokasi penambangan yang berada jauh dari lokasi pemukiman. Menyebabkan masyarakat sulit melakukan pengawasan para penambang tersebut.

Kepala Dinas Pertambangan Dan Energi Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, Ir. Cipriana Lestari menjelaskan. Mereka kewalahan mengawasi dan menindak para penambang liar tersebut meskipun telah dibantu oleh pihak kepolisian. Para penambang tidak segan melakukan aksi demonstrasi hingga ke DPRD, mereka menolak untuk ditertibkan.

Sementara itu Abdurahman Al Qadrie yang merupakan mantan Kepala Desa Pematang Gadung membenarkan situasi didaerahnya tersebut. Banyak masyarakat yang merubah lahan persawahan mereka menjadi perkebunan karet, karena menurut masyarakat tananaman karet lebih tahan terhadap genangan air dibandingkan tanaman padi. Mayoritas profesi penduduk desa ini adalah petani, dibawah 30 % lainnya adalah nelayan sungai air tawar musiman.

Masyarakat desa sangat dirugikan dengan pencemaran oleh aktivitas penambangan emas. Kondisi air sungai yang membawa limbah merkuri sisa penambangan, merusak kawasan hulu yang juga menjadi kawasan tangkapan air desa. Tanaman padi hasilnya berkurang dan tercemar merkuri. Air sungai sulit dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum dan memasak serta mencuci.

Perlu penanganan lebih serius untuk kondisi dan situasi seperti ini. Kegiatan ilegal yang membawa kerugian serta proses kemunduran kualitas lingkungan perlu segera ditangani. Perlu dilakukan penindakan tegas dari pihak yang memiliki otoritas dan kemampuan, mengingat selain sangat merugikan kehidupan masyarakat, lingkungan juga menjadi korban yang sulit untuk dipulihkan.

Link video II

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: