Kebun Raya Bogor Workshop Internasional 2010

Pada tanggal 03 hingga 10 Juli nanti Kebun Raya Bogor bersama dengan Bogor 100, Departemen Landscape IPB dan Pusat Pekajian dan Perencanaan Pengembangan Wilayah/ P4W IPB Bogor menyelenggarakan Workshop Internasional 2010 dengan tema “Arti Penting Kebun Raya Bogor untuk Kota Bogor” .

Kegiatan ini bermaksud menata kembali beberapa fungsi dan keberadaan Kebun Raya Bogor yang memiliki nilai sejarah dan pengetahuan yang penting bagi Indonesia dan dunia Internasional. Keterkaitan Kebun Raya terhadap pembentuk peradaban Kota Bogor secara khusus memiliki kaitan nilai sangat kuat. Tidak terhitung berapa kebermamfaatan Kebun Raya Bogor khusus untuk dunia ilmu pengetahuan dan jasa ekonomi bagi masyarakat luas dan dunia Internasional.

Gubernur Jendral Hindia Belanda Godert Alexander Gerard Philip van de Capeellen membuat dan meresmikan Kebun Raya Bogor pada 18 Mei 1817. Di usia hampir dua abad atau 193 tahun Kebun Raya Bogor/ KRB ikut mewarnai perkembangan khususnya ilmu pengetahuan botani dunia. Hal tersebut membawa beberapa keinginan masyarakat untuk menjadikan KRB sebagai “warisan dunia”.

Ir. Rismita Sari, MSc yang merupakan Kepala Subag Bagian Jasa & Informasi Kebun Raya Bogor membenarkan bahwa terdapat berbagai hasil penelitian ilmiah dan bangunan-bangunan bersejarah di dalam Kebun Raya yang memiliki arti dan nilai penting bagi kehidupan manusia.

Berbagai bangunan penting bersejarah dan monumental terdapat di Kebun Raya. Bangunan tersbut seperti monumen Raffles, laboratrium Treub dan wisma peneliti atau yang saat ini disebut dengan “Guest House”. Kebun Raya berencana kembali akan merevitalisasi dan memfungsikan kembali wisma peneliti dan lab. Treub tersebut dengan mengajak berbagai kalangan untuk mengundang kalangan arsitek landscape untuk melihat kondisi dan permasalahan ini di kegiatan Workshop International 2010 tersebut.

Setiadi Sopandi yang merupakan panitia kegiatan tersebut mengatakan bahwa peserta workshop akan duduk bersama melihat berbagai kondisi dan permasalahan KRB dan diminta untuk merekomendasikan usulan terhadap karya mereka yang dapat berupa maket bangunan dan landscape Kebun Raya kedepan. Karya ini akan dipresentasikan kepada khalayak guna menjadi usulan terhadap pengelolaan dan pengembangan KRB kedepan.

Arti penting KRB tidak dapat dilihat hanya merupakan bagian dari Kota Bogor saja. KRB secara fungsi juga menunjang ekosistem kawasan disekitar Bogor seperti Gunung Salak, Sukabumi dan Jakarta. kondisi ini seperti diungkap oleh Dr. Ir Ernan Rustiadi, M.Agr Kepala P4W IPB Bogor bahwa secara ekonomi dan dampak lingkungan keberadaan KRB sangat berarti bagi Bogor dan kawasan disekitarnya. Arti dan nilai penting sejarah KRB, seperti berbagai jenis tanaman industri yang mempunyai nilai ekonomi penting Indonseia pertama kali datang ke KRB juga membawa perubahan dan warna sendiri terhadap budaya dan perkembangan masyarakat nasional dan internasional.

Kebun Raya Bogor yang juga menjadi ruang terbuka hijau kota ini berhubungan dengan beberapa rangkaian ruang terbuka hijau seperti gunung Salak. Merupakan rantai jalinan migrasi beberapa spsies unggas dan kalong.Sebuah Pola ruang yang baik telah diberikan oleh KRB sebagai ruang di tengah Kota. KRB juga menjadi kawasan resapan air selain merupakan filter sungai Ciliwung yang berhulu Telaga warna kawasan Puntjak dan melewati areal Kebun Raya Bogor lalu menuju hulu kawasan Jakarta.

Workshop Internasional ini akan menghadirkan beberapa pembicara yang dianggap pakar pada perencanaan wilayah dan kota, seperti Prof. Johanes Widodo dari Modern Asian Architecture Network (MAAN), Prof. Lai Chee Kien dari National University of Singapore, Kuswata Kartawinata, Phd dari UNESCO Jakarta, Ir Azrin samsudin, Msi dari Bapeda Bogor , Dr Ernan Rustiadi dari P4W IPB, Dr. Dedy Darnaedi dari LIPI, Setiadi Sopandi dari Bogor 100, Prof Yahaya Ahmad dari University Malaya, Dr Siti Nurisyah dari Landscape IPB.

Kegiatan KRB Workshop International 2010 ini di lakukan di lingkungan KRB terutama dipusatkan di wisma peneliti atau lebih dikenal dengan geust house KRB tersebut. Selain itu kegiatan ini menghadirkan beberapa pembicara yang diharapakan dapat memberikan masukan dari berbagai disiplin ilmu dan sudut pandang kepada beberapa peserta workshop terhadap tema yang diangkat. Dengan diikutinya workshop yang akan diikuti oleh berbagai praktisi, mahasiswa landscape ini diharapkan produk-produk yang dihasilkan nantinya dapat menjadi rekomendasi terhadap peranan dan pengembangan KRB mendatang.

Kegiatan semacam ini pernah dilakukan sebelumnya ketika manajemen Semen Padang berencana meruntuhkan bangunan pabrik yang telah berusia 98 dan ditutup pada tahun 1999. Berdasarkan rekomendasi workshop yang pernah dilakukan tersebut akhirnya bangunan pabrik tersebut tidak jadi dihancurkan dan kini menjadi museum pada tahun 2008. Berbagai nilai dan mamfaat serta sejarah pabrik semen Padang tersebut membawa warna sendiri kepada masyarakat Padang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: