Serentaun Guru Bumi Kampung Budaya Sindangbarang

Ratusan warga terlihat memadati areal alun – alun Kajeroan Kampung Budaya Sindangbarang. Sebuah kampong yang terletak di Kaki Gunung Salak, tepatnya di desa Pasir Eurih, kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor. Kehadiran ratusan warga dan pengunjung tersebut adalah untuk menyaksikan gelaran upacara Serentaun Guru Bumi

Puncak acara Serentaun yang dilaksanakan pada minggu (17/1) lalu itu dihadiri sejumlah tokoh budayawan Jawa Barat dan sesepuh (kokolot) kampung. Diramaukan juga dengan pawai dan aneka atraksi kesenian khas Sunda seperti Angklung Gubrag. Terlihat warga yang antusias tampak tak sabar untuk ikut berebut aneka hasil bumi yang diarak dalam dongdang.

Acara Serentaun ini diadakan tiap tahun oleh Kampung Budaya Sindangbarang. Acara ini merupakan bentuk ikatan emosional warga setempat terhadap tradisi dan budaya Sunda yang ada. Untuk tahun ini meski berlangsung lebih sederhana dari tahun sebelumnya, Serentaun Guru Bumi tetap tidak berkurang daya maknanya, yaitu pelestarian budaya Sunda Bogor. Menurut Pupuhu (pemimpin adat/kepala kampung) Kampung Budaya Sindangbarang, Maki Sumawijaya. Jika orang Bogor tidak lagi memiliki budaya, maka Sunda Bogor telah kehilangan jati diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: