Buton Raya TV (BRTV); Suara Lokal Semangat Global

Bogor, 16 Desember 2009
Berbagai jenis media baik lokal daerah, nasional hingga media global dengan berbagai bentuk kemasan multimedia semakin berlomba dalam industri media yang berperan penting membentuk watak dan kepribadian serta cara pandang dan berpikir masyarakat pengonsumsi isi dari media tersebut. Melalui Undang-undang penyiaran No 32 tahun 2002 dan semangat keberagaman isi (content) dan kepemilikan (ownership) memungkinkan media-media lokal di berbagai daerah di Indonesia dapat berpeluang ikut tumbuh dan meramaikan industri media di Indonesia dan industri media skala global. Berbagai penyedia isi/ konten dan penyedia layanan lokal di daerah bertumbuh kembang bersama industri media global menyuarakan semangat dan aspirasi masyarakat lokal.

Buton Raya TV (BRTV) yang didirikan Juni 2008 di kota Bau – Bau serta merupakan anggota dari Asteki (Asosiasi TV Kerakyatan Indonesia) merupakan media televisi lokal pertama di wilayah kota Bau-Bau atau Buton Raya yang kesehariannya melakukan siaran dari hari Senin s/d Sabtu dimulai pukul 15:30 s/d 21:30 Wita.

Dengan daya pancar 500 watt dan freukensi 591,25 UHF, BRTV melayani dengan wilayah pancaran Kota Bau-Bau dan sebagian wilayah kabupaten Buton. Hingga saat ini terdapat lebih dari lima penyedia TV (TV kabel) ikut menyiarkan program siaran yang diproduksi dari BRTV selain BRTV menyiarkan program siarannya melalui freukensi analog tadi. Perjuangan akan keberadaan dan kondisi BRTV seperti saat ini tidak terlepas dari semangat, cita-cita dan tidak lupa proses yang telah dilakukan dari para pendiri, penggagas dan pengelola BRTV itu sendiri, melalui tujuan dan peran serta keberadaan BRTV.

Melalui berbagai peran harapan keberadaan lembaga penyiaran BRTV diharapkan dapat, “Mewujudkan BRTV sebagai pusat informasi dan hiburan terpecaya serta menyejukan bagi masyarakat di wilayah Buton Raya”.

Mewujudkan BRTV sebagai pusat informasi dan hiburan terpecaya serta menyejukan bagi masyarakat di wilayah Buton Raya

Berbagai peran harapan BRTV mengusung keberadaan lembaga penyiarannya ini adalah:

  1. Mengangkat potensi lokal dari berbagai aspek.
  2. Siaran BRTV dapat menjangkau seluruh wilayah Buton Raya.
  3. Menyajikan informasi yang merakyat.
  4. Menghargai perbedaan suku; agama dan ras setiap orang.

Pengembangan media lokal, terutama media TV memerlukan sumberdaya dan infrastruktur yang tidak murah dan mudah, terlebih lagi saat ini teknologi informasi penyiaran beralih dari teknologi sistem penyiaran analog ke sistem penyiaran digital.

Meskipun demikian pada masa globalisasi media seperti saat ini, BRTV memasuki tahap perkembangan dari tahap pengenalan (initial) media masuk ke tahap perkembangan media (growing) untuk tetap berusaha melayani kebutuhan akan informasi, berita dan hiburan untuk sekitar 7,4% masyarakat kota Bau-Bau (13.000 orang dari 127.743 jiwa jumlah penduduk kota Bau-Bau). Meskipun belum dapat melayani semua kebutuhan informasi masyarakat kota Bau-Bau, BRTV tetap berusaha eksis dan konsisten di era globalisasi teknologi saat ini untuk tetap dapat terus mengangkat potensi lokal dan memenuhi kebutuhan informasi para pemirsa BRTV.

Pengembangan infrastruktur perangkat siar dan peningkatan kapasitas pengelola serta yang terpenting kesejahteraan pengelola BRTV menjadi pioritas pengembangan saat ini. Berbagai masalah kerusakan alat, dan ketidaksesuaian peralatan siar tidak menjadi penghambat BRTV untuk dapat tetap eksis. Permasalahan kurangnya berbagai bentuk kemitraan dan dukungan, baik dari pemerintah dan pihak swasta untuk tetap dapat mendukung kegiatan produksi BRTV tidak menjadi penghalang pengelola BRTV untuk eksis dan konsistensi BRTV pemirsanya.

Diperlukan semangat dan motivasi yang tinggi untuk tetap dapat mempertahankan media lokal atau media daerah terutama stasiun TV penyiaran seperti BRTV ditengah maraknya media swasta nasional di masyarakat saat ini. Hal baik dan semangat serta tingginya motivasi pengelola BRTV menjadi landasan yang kuat untuk tetap menjaga eksistensi, semangat lembaga penyiaran BRTV.

Tingginya motivasi dan semangat pengelola BRTV tercermin dari salah satu kru penyiar yang juga merupakan pedagang kaki lima (PKL) yang membawakan acara “sapa-sapa dengan musik” pada BRTV pada jam 16:00 s/d 17:00 Wita setiap hari Senin, Selasa dan Rabu pada setiap minggunya. Chaly yang pada kesehariannya juga ikut membantu orangtuanya di pantai Kamali Bau-Bau berjualan minuman dan gorengan merasa mendapat mamfaat dengan keterlibatan dirinya di BRTV.

Dengan keterlibatan dirinya di BRTV, Chaly dapat merasakan dirinya dapat lebih bersosialisasi di masyarakat Kota Bau-Bau, karena dengan keterlibatan Chaly pada BRTV keinginan Chaly untuk tetap dapat rendah diri (low profile) dan akrab dengan masyarakat dapat tetap terus terjadi dan terbangun, meskipun mekanisme pemenuhan penghargaan (reward) dari BRTV atas dasar keterlibatan Chaly belum dapat terpenuhi secara sempurna saat ini. Tetapi hal tersebut tidak menjadi suatu permasalahan berarti dan menghambat buat seorang Chaly untuk dapat tetap mengembangkan BRTV dan pengembangan pribadinya.

Menjadi pembelajaran dan pengalaman yang menarik yang dapat dipetik dari pengalaman Chaly sebagai seorang pemuda dan warga kota Buton, yang berkeinginan mengembangkan wilayahnya yaitu kota Buton dengan berbagai potensi lokal yang tersedia melalui peran lembaga penyiaran BRTV. Bakat, kreativitas dan potensi Chaly yang merupakan warga asli pulau Buton dapat tersalurkan dengan keterlibatan Chaly pada media BRTV ini.

Masih banyak terdapat potensi dan kondisi lokal wilayah terutama pada wilayah cakupan (coverage) lembaga penyiaran media lokal secara umum di Indonesia yang dapat dikembangkan sesuai dengan harapan dan potensi pengembangan khususnya wilayah cakupan area siaran BRTV. Berbagai bentuk dan kemasan media-media lokal seperti TV seperti pada BRTV di Pulau Buton Sulawesi Tenggara dan media-media TV lokal lainnya di Indonesia menambah semarak isi pemberitaan Indonesia dan keragaman kepemilikan dari media lokal itu sendiri.

Selalu terdapat harapan dan keinginan dari situasi dan kondisi permasalahan wilayah yang ingin di informasikan dan di promosikan ke seluruh masyarakat Indonesia dan dunia Internasional. Harapannya cita-cita kondisi dan harapan lokal tersebut dapat diketahui dan mendapat dukungan dari berbagai pihak di wilayah dan luar wilayah jangkauan siar media tersebut.

Tetapi tidak semua media nasional swasta dapat menginformasikan harapan dan keinginan lokal wilayah tersebut seperti yang dapat di perankan dan diinformasikan media-media lokal saat ini. Salah satu penyebabnya adalah UU Penyiaran No 32/ 2002 tersebut hingga kini belum dapat dilaksanakan secara maksimal. Menurut anggota DPR-RI komisi I seperti dikutip dari matanews.com (25/11/09), saat ini di Indonesia telah terjadi monopoli kepemilikan media yang terjadi seperti pada group MNC (Media Nusantara Citra Group) dengan memiliki tiga stasiun penyiaran dalam satu wilayah.

Kondisi monopoli kepemilikan media penyiaran seperti ini menghambat peluang tumbuh dan munculnya media penyampaian informasi dan aspirasi lokal melalui pelalui pembatasan penggunaan dan ijin penggunaan kanal freukuensi yang telah ditetapkan (kuota) oleh Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo). Keadaan seperti ini jelas telah membatasi keinginan, kreatifitas, peluang serta cita-cita masyarakat lokal daerah untuk dapat tetap menyuarakan gagasan dan harapan mereka melalui saluran informasi dan komunikasi yang efektif dan efesien di masyarakat (saat ini tv).

Perjuangan harapan akan sebuah kesejahteraan masyarakat tingkat lokal seperti di wilayah cakupan BRTV di tengah derasnya arus media informasi dan teknologi di Indonesia dan Internasional (globalisasi) seperti saat ini menjadi perjuangan dan pekerjaan yang sangat menantang bagi media lokal untuk tetap terus ada, bertahan, serta tetap memperjuangkan dan menyuarakan aspirasi masyarakat lokal daerahnya.

Saluran-saluran aspirasi masyarakat lokal di setiap daerah di Indonesia seperti Kota Buton tempat BRTV tertantang untuk terus membentuk opini-opini masyarakat akan harapan dan keinginan dari situasi dan kondisi permasalahan setiap daerah, secara khusus pada masyarakat daerah cakupan media lokal itu sendiri dan secara umum masyarakat Indonesia dan masyarakat Internasional. Perjuangan dan eksistensi media lokal adalah perjuangan kedaulatan politik masyarakat lokal di tengah peradaban global dunia saat ini, tertantang untuk tetap diperhitungkan dan tetap eksis menyuarakan suara-suara lokal, harapan serta keinginan dari situasi kondisi permasalahan lokal yang juga merupakan bagian dari permasalahan global dunia ini.

Masih terdapat banyak pemuda-pemudi Indonesia/ pelaku media seperti pribadi yang bersahaja dan rendah hati yang tetap eksis atau ingin memperjuangkan ke harapan dan keinginan lokal wilayah mereka untuk tetap diperhitungkan dan di informasikan ke khalayak Indonesia dan Internasional melalui media-media lokal seperti BRTV ini. Semoga perjuangan suara-suara lokal dan media lokal daerah di Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang, dan cita-cita masyarakat lokal daerah tetap diperhitungkan dan merupakan bagian di tengah publik dunia internasional. (agungpsiko)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: