Putu Wijaya, Roadshow 100 Hari Rendra di Bogor

Bogor 19/10/2009
Fisiknya memang tak lagi muda, gurat wajah yang mengeriput dan getaran suaranya pun terdengar letih. Tapi bicara soal kegarangan panggung, Putu Wijaya masih mampu menyihir audien dan penggemarnya di MAN 2 Kota Bogor, Baranangsiang Sabtu (17/10) lalu. Gayanya masih khas, letupan sajak yang dikemas dalam rangkaian monolognya itu terangkai menjadi sebuah cerita. Sebuah bentuk kekaguman Putu Wijaya secara pribadi kepada WS Rendra. Kekaguman yang mengalir, tidak dibuat-buat.

Monolog Putu Wijaya bersama Teater Mandiri digelar dalam rangkaian roadshow 100 hari peringatan meninggalnya Rendra. Roadshow ini dilakukan di beberapa kota seperti Bandung, Jogja, Solo, Semarang, Surabaya hingga ke Bali. Menurutnya sosok Rendra harus dihargai dari pikiran-pikirannya. Dalam monolognya Putu Wijaya bercerita tentang kemerdekaan dan kebebasan. Hal yang sering menjadi tema-tema sajak Rendra. Sebuah bentuk karya yang menghargai pikiran-pikiran Rendra, gaya Rendra dan yang pasti semangat serta idealismenya. Pesona panggung seorang Putu Wijaya diakui siswa-siswi MAN 2, sebagaimana yang diungkapkan Sisi, Dwi dan Adetya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: