Participatory Impact Asesment ; Penanganan AI (Avian Influenza) di Indonesia


Salatiga, 5 Oktober 2006
Sekitar 45 orang PIA (Participatory Impact Assesment)yang melakukan kajian mengenai dampak flu burung atau AI(avian influenza) mengikuti workshop selama 2 hari yang dimulai dari hari Senin tanggal 5 s/d 6 Oktober 2009 di hotel Laras Asri Salatiga Jawa Tengah.

Peserta yang kebanyakan mempunyai profesi sebagai dokter hewan ini merupakan fasilitator lapangan yang bekerja untuk meneliti dampak AI di daerahnya masing-masing pada meliputi dua daerah provinsi Jawa Tengah dan Jogjakarta.
Dalam hal ini IRLI (International Livestock Research Institute) merupakan lembaga kajian tentang pertenakan international yang bekerja sama dengan beberapa lembaga
pendukung seperti; World Bank; FAO; USAID serta Departemen Pertanian telah menjalankan program PIA ini bersama dengan masyarakat untuk mengurangi dampak serta
kasus AI di Indonesia.
PIA adalah program dimana beberapa fasilitator lokal di dua provinsi tersebut meneliti dampak serta perkembangan AI di wilayah mereka masing-masing, kemudian melihat efektifitas dari perlakukan yang diberikan kepada unggas peliharaan masyarakat untuk mengurangi kasus serta korban dari AI.
Workshop selama dua hari ini mencoba melihat kembali sejauh mana program ini dilakukan, serta dampaknya dari pengurangan kasus AI di dua wilayah, yaitu Jateng dan DIY. Pada November nanti IRLI akan mengeluarkan laporan hasil kemajuan mereka kepada khalayak luas, agar pengalaman serta pembelajaran mengenai penanganan bencana AI di Indonesia yang menurut hasil sementara dapat mengurangi jumlah kasus AI di Jateng dan DIY. Perlakukan seperti ini efektif dan terbukti dapat menekan biaya penanganan AI dengan membangun partisipasi masyarakat dengan penelitian dampak AI, serta melakukan penanganan bersama bekerja sama dengan departemen pertanian serta dinas pertanian di daerah provinsi Jateng dan DIY bersama dengan petani unggas atau masyarakat yang memelihara ayam sebagai hewan piaraan mereka.
Menurut Drh. Azhar dari Departemen Pertanian,terdapat tiga jenis klasifikasi daerah penanganan AI Indonesia berdasarkan lama terjadinya kasus AI di tempat tersebut, yaitu terjadi AI diwilayah tersebut selama atau lebih dari tiga tahun seperti Kalsel, tidak ada kasus 2 s/d 3 tahun kalimantan dan dan Sulawesi, sedangkan kasus yang terjadi 6 bulan terakhir hanya terjadi di Jawa dan Sumatra Utara dan Lampung. Hal ini mengindikasikan terjadinya penurunan kasus AI di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: