Sastra Pakuan Gelar ‘Sesaat Buat Rendra’

Kepergian seorang WS Rendra ternyata menghenyakan semua orang. Sastrawan besar itu memiliki pengaruh sedemikian besarnya bagi kehidupan bangsa ini. Sosoknya yang sederhana dan mengilhami kaum muda melalui berbagai karyanya, membuat dirinya layak untuk dikenang. Tak terkecuali publik kota Bogor.

Sekelompok mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Pakuan Bogor pada sabtu (8/8) lalu memiliki cara untuk mengenang kepergian WS Rendra atau yang dikenal dekat dengan sapaan mas Willy itu. Mulai pukul 14.00 WIB mereka menggelar “Sesaat Buat WS Rendra”, yaitu pembacaan karya-karya Rendra dan mengulas kisah-kisah dibalik karyanya. Acara yang dilakukan secara sederhana itu diminati pecinta satra Bogor dan pengagum Rendra. Mereka membacakan karya Rendra dengan penghayatan dan cara mereka. Acara di halaman fakultas Sastra kampus tersebut sepintas tidak terkesan sebagai sebuah acara sastra. Kesederhanaan itu seolah mewakili sosok Rendra yang juga sederhana.

Tak hanya mahasiswa berusia muda saja yang terlibat, seorang Dosen yang mengaku mengagumi Rendra juga ikut hadir dan membacakan sajak terakhir Rendra sebelum wafat. Sajak itu didapatnya dari harian Poskota, terlihat kumal koran itu digenggamannya. Namun dengan bangga Teguh Imam Subarkah, demikian nama Dosen itu. Membaca dengan lantang seolah tak mau kalah dengan spirit mahasiswa muda lainnya.

Sebagaimana penuturan Bodink, anggota Teater Karoeng Fakultas Sastra Universitas Pakuan. Apa yang dilakukan segelintir mahasiswa fakultas Sastra tersebut tak lebih dari upaya menghormati kebersaran dan niat baik seorang WS Rendra. Meski tidak dekat secara pribadi, sebagian besar mahasiswa itu mengaku dekat dengan karya-karyanya. Karya-karya tersebut sedemikian kuat mempengaruhi proses kreatif mereka. Sedemikian kuatnya sehingga mereka harus bekerja keras mencari bentuk (genre) lain agar tetap bisa muncul sebagai diri mereka. Hal ini disampaikan Luky mahasiswa IPB yang mengaku terinfluence dengan karya Rendra setiap melakukan proses kreatif.

Karya Rendra yang banyak bercerita tentang keindonesiaan sudah sepatutnya diapresiasi sepanjang masa. Karya itu layaknya kitab yang memotret gejolak dan perjalanan bangsa Indonesia. Setiap generasi muda harus terus membaca dan menyelami dalam-dalam konsistensi seorang Rendra dalam berkarya.

One Comment to “Sastra Pakuan Gelar ‘Sesaat Buat Rendra’”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: